Seleksi Tahap II

Bonjour! Semangat pagi, guys! Gimana kabarnya?

Kali ini aku mau posting lanjutan dari yang kemarin. Maaf ya, jeda waktunya agak lama, soalnya lagi sibuk UTS.  let’s pay attention ok?!
Lolos tahap pertama jadi syarat mutlak buat tes tahap kedua ini. Saranku sih, jangan terlalu berharap banget bisa lolos, but still think positively aja, soalnya biasanya orang yang obsesinya gede banget malah nggak diterima.


 woy! masih ada lanjutannya loh..
silahkan lanjutkan...



Q.E.D

Pernah baca atau nonton anime Q . E . D ?
belum pernahkah? Guys, itu menurutku keren banget deh. apalagi si Touma-kun. Penasaran nggak apa itu Q.E.D? OK, sekarang aku mau bahas sedikit.
Cekuidot...


Tentang Sekolah

kalau kamu bicara tentang sekolah  yakin bin banget yang ada di pikiran kamu itu bunek, bosen, bingung, and so on..

E-COM SMANSA
"kalau sekolah itu yang asyik organisasinya, Tahh.."
itu kata temen aku yang emang aktif di organisasi. dan ternyata itu tuh beneran loh. Dulu, saya sering merasa nggak mood  , tapi SEMUA BERUBAH semenjak negara api menyerang (lho?).. makssuddnya itu semenjak ada E-COM.
E-COM itu menurutku asyik pake banget mau tau lebih banyak? Let's cekuidot!


Dibalik Seleksi Tahap 1



 hitotsume wa ai

anata to watashi wa hitotsu

futatsume ni negai

anata wa anata, watashi wa watashi

mittsume noi omo'u

anata wa nani

watashi wa nani?




Pernah dengar alagu itu, guys? Percaya nggak, lagu ini menginspirasi admin untuk membuat esay yang membuat admin lolos seleksi tahap pertama AFS Intercultural Programme. Oh iya, asal kalian tahu lagu ini aku dengar dari sebuah film kartun Jepang. That’s right! Doraemon!
Dalam cerita ini, Doraemon cs menemukan robot yang sebenarnya akan digunakan untuk menguasai Bumi. Robot tersebut bukanlah robot Bumi, melainkan robot dari planet lain yang kebetulan dibuat oleh manusia. Manusia itu mengkombinasikan tiga inti yang membuat robot tersebut dapat hidup seperti manusia. Tiga inti tersebut adalah cinta (dilambangkan dengan bintang berwarna pink), harapan (bintang warna biru), dan mimpi (bintang warna hijau). Dengan kecerdasan yang robot-robot tersebut miliki, mereka membuat sebuah koloni yang kuat dan berniat menguasai Bumi. Wah, kalau pengen tahu cari filmnya sendiri ya!
Ini masih kelanjutan dari info AFS lho. Jadi, saat seleksi tahapan pertama itu, kita semua harus membuat esay dengan tiga pilihan tema atau lebih tepatnya pertanyaan. Sebenarnya, agak bingung juga sih, tulisanku ini esay apa bukan, tapi nggak ada salahnya buat di share kan? Oh iya waktu itu esay atau tulisan ini aku buat untuk menjawab pertanyaan, “Sebutkan tiga hal harus Anda miliki, yang menurut Anda membuat Anda pantas jadi pemimpin yang baik!”. Nah, nggak tahu kenapa langsung muncul pikiran buat nulisin ini. Karena aku rasa, karena tiga hal yang dimiliki para robot itu, meskipun mereka mesin, mereka bisa hampir menguasai Bumi. Trus apa hubungannya? Udah deh, langsung enjoy aja…
(--)!

Seleksi Tahap 1


Halo! Ketemu lagi dengan compositewithmind.blogspot.com. sesuai dengan janji aku kemarin, kali ini aku mau posting tentang bagaimana seluk beluk dan cerita dibalik seleksi AFS tahap satu. Langsung enjoy aja ya!

Halo guys! Kali ini ketemu lagi di blog President. Aku mau posting tentang pengalama aku yang paling berharga saat ikut seleksi beasiswa pertukaran pelajar AFS. Sebelumya, buat pembaca yang belum tahu tentang apa itu AFS, silahkan enjoy tulisan ini.



AFS adalah sebuah scholarship yang diberikan oleh yayasan Bina Antarbudaya yang merupakan lembaga nirlaba yang mengurusi tentang pertukaran budaya gitu.. untuk di Indonesia sendiri ada beberapa chapter yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
Aku kasih link-link beberapa chapter ya! Tapi cuma yang ada di Jawa aja...



Love ....

HEI guys! ketemu lagi. Ini aku mau posting, tapi nggak tahu apaan, hehehe.. langsung enjoy aja ya!


Love in the Age


She couldn't remember when she began to envy her husband's dreams. Maybe around the fourth week of pregnancy, after he'd moved out and then moved back again. Or maybe around the twentieth week, when he wanted to name the baby after himself, and she said no. The truth is, she didn't remember because the condition of envy had become a chronic background noise. Her husband had always had baroque and complex dreams and she'd never minded. Now her envy surrounded them both like a hot electric fence.
She could see her husband clearly. He was blond, bearded, surrounded by the haze of his dream. He woke up, propped himself up on one elbow, looking slightly disoriented. She didn't ask to hear the dream. He told her.

Blogroll