hitotsume wa ai
anata to watashi wa hitotsu
futatsume ni negai
anata wa anata, watashi wa watashi
mittsume noi omo'u
anata wa nani
watashi wa nani?
anata to watashi wa hitotsu
futatsume ni negai
anata wa anata, watashi wa watashi
mittsume noi omo'u
anata wa nani
watashi wa nani?
Pernah dengar alagu itu, guys? Percaya
nggak, lagu ini menginspirasi admin untuk membuat esay yang membuat admin lolos
seleksi tahap pertama AFS Intercultural Programme. Oh iya, asal kalian tahu
lagu ini aku dengar dari sebuah film kartun Jepang. That’s right! Doraemon!
Dalam cerita ini, Doraemon cs menemukan
robot yang sebenarnya akan digunakan untuk menguasai Bumi. Robot tersebut
bukanlah robot Bumi, melainkan robot dari planet lain yang kebetulan dibuat
oleh manusia. Manusia itu mengkombinasikan tiga inti yang membuat robot
tersebut dapat hidup seperti manusia. Tiga inti tersebut adalah cinta
(dilambangkan dengan bintang berwarna pink), harapan (bintang warna biru), dan
mimpi (bintang warna hijau). Dengan kecerdasan yang robot-robot tersebut
miliki, mereka membuat sebuah koloni yang kuat dan berniat menguasai Bumi. Wah,
kalau pengen tahu cari filmnya sendiri ya!
Ini masih kelanjutan dari info AFS lho.
Jadi, saat seleksi tahapan pertama itu, kita semua harus membuat esay dengan
tiga pilihan tema atau lebih tepatnya pertanyaan. Sebenarnya, agak bingung juga
sih, tulisanku ini esay apa bukan, tapi nggak ada salahnya buat di share kan?
Oh iya waktu itu esay atau tulisan ini aku buat untuk menjawab pertanyaan,
“Sebutkan tiga hal harus Anda miliki, yang menurut Anda membuat Anda pantas
jadi pemimpin yang baik!”. Nah, nggak tahu kenapa langsung muncul pikiran buat
nulisin ini. Karena aku rasa, karena tiga hal yang dimiliki para robot itu,
meskipun mereka mesin, mereka bisa hampir menguasai Bumi. Trus apa hubungannya?
Udah deh, langsung enjoy aja…
(-∞-)!
ANTARA
CINTA, HARAPAN, DAN MIMPI
Jika Anda menanyakan apa yang telah saya
miliki untuk menjadi seorang pemimpin, maka saya akan tertegun sesaaat. Fakta
yang terjadi adalah saya bukanlah pemimpin, setidaknya untuk saat ini. Saya
bukan orang yang sangat disiplin, saya belum mampu menilai apakah saya seorang
yang bertanggungjawab, dan juga saya belum bisa menilai apakah diri saya
sendiri mampu untuk menjadi seorang pemimpin. Jadi, apakah modal yang saya
punya?
Saya percaya bahwa seorang pemimpin yang
baik, bukan hanya dinilai dari loyalitas,
disiplin, tanggung jawab, kebijaksanaan, maupun passion semata. Misalnya saja, bagaimana mungkin seorang pemimpin
yang bijaksana mampu memimpin dengan baik apabila dia tidak bisa loyal dengan organisasi yang
dipimpinnya. Bagaimana pula sorang pemimpin yang punya passion atau semangat
tetapi tidak dapat membuat keputusan yang bijak terhadap suatu masalah yang
menimpa organisasi misalnya. Bukankah itu merupakan cukup bukti?
Solusi hal tersebut adalah semua
unsur-unsur yang ada di dalam seorang pemimpin idaman harus blended agar seeorang dapat dikatakan
pemimpin yang baik. Pertanyaaanya adalah, bukankah mencari sosok pemimpin yang
mempunyai jiwa seperti itu sangatlah susah? Jawabannya adalah tidak. Ada tiga
unsur yang harus saya atau para calon pemimpin yang baik miliki. Unsur itu
sangat fleksibel dan mungkin tidak akan ada yang mengira bahwa unsur tersebut
sangatlah penting.
Yang pertama adalah cinta. Kenapa cinta?
Ya, karena cinta itu dapat mengubah semua hal. Ibaratnya, cinta dapat mengubah
tembok yang kokoh menjadi tanah liat, batu yang keras menjadi pasir, dan yang
paling penting keburukan menjadi kebaikan.
Seorang
pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki cinta. Ketika pemimpin
tersebut cinta terhadap organisasi yang dipimpinnya, terhadap para rekan kerja
di tempat yang dipimpinnya tersebut, dia akan melakukan apapun untuk yang
di’cinta’nya itu.
Gitu aja ya guys! Sebenarnya ini cuma rewrite, soalnya waktu itu nulisnya di folio,hehe ..
kalau yang mau lihat cuplikan lagunya silahkan ...
Begitulah kira-kira tentang tes essay seleksi AFS. Seperti yang aku bilang kemarin, kalau bisa kamu buat aja yang orisinal tapi mencerminkan diri kamu banget. Be Prepared! SEE YA!

0 komentar: